Minggu, 28 Juni 2020

MENGOLAH SABUN CAIR DARI EKSTRAK BATANG NANAS UNTUK MENJAGA KULIT DARI JAMUR DAN UNTUK MENCERAHKAN KULIT




NIKEN RAMADHANI PUTRI
Program Studi S1 Farmasi
STIKES BORNEO LESTARI BANJARBARU



Gambar 1. Sabun cair dan batang

Pendahuluan
1.      Latar Belakang
      Kesehatan kulit perlu diperhatikan karena kulit merupakan bagian yang paling vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit adalah jaringan, yang selama ini kurang diperhatikan oleh sebagian besar orang sampai terjadi sesuatu. Lalu mereka baru menyadari betapa pentingnya kulit bagi citra diri. Dengan demikian kulit pada manusia mempunyai peranan yang sangat penting, selain fungsi utama yang menjamin kelangsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu ras, dan sarana komunikasi nonverbal antarindividu satu dengan yang lain. Banyak penyakit kulit menyebabkan gatal dan ketidaknyamanan untuk jangka waktu lama. Penyakit kulit dapat menyebabkan kegagalan fungsi kulit dan ini sama seriusnya dengan penyakit hati dan ginjal.1 Penyakit yang sering timbul adalah Penyakit kulit akibat jamur superficialis contohnya penyakit panu ( Pityriasis Versicolor ) . Penyakit ini timbul lebih banyak di daerah dengan tingkat kelembaban yang tinggi yaitu negara-negara tropis seperti Indonesia. Dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh remaja pria yang mengeluarkan banyak keringat ditambah tidak memperhatikan Hygiene Personal ( kebersihan diri ) , dapat dipastikan akan menjadi faktor pemicu terinfeksinya penyakit panu ( Pityriasis Versicolor ). 2 Pityriasis versicolor dapat menyerang masyarakat kita tanpa memandang golongan umur tertentu. Dari segi usia ditemukan pada usia 16-40 tahun. Kemungkinan karena segmen usia tersebut lebih banyak mengalami faktor predisposisi atau pencetus misalnya pekerjaan dalam lingkungan basah, trauma, banyak keringat, selain pajanan terhadap jamur lebih lama. Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, walaupun pernah dilaporkan di USA penderita yang tersering menderita berusia antara 20-30 tahun dengan perbandingan 1.09% pria dan 0,6% wanita. Insidensi Pityriasis versicolor yang akurat di Indonesia belum ada. Hanya diperkirakan 50% dari populasi di negara tropis terkena penyakit ini.

      Sabun merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatan sabun telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Metode pembuatan sabun pada zaman dahulu tidak berbeda jauh dengan metode yang digunakan saat ini, walaupun tentunya kualitas produk yang dihasilkan saat ini jauh lebih baik. Sabun dibuat dengan metode saponifikasi yaitu mereaksikan trigliserida dengan soda kaustik (NaOH) sehingga menghasilkan sabun dan produk samping berupa gliserin. Bahan baku pembuatan sabun dapat berupa lemak hewani maupun lemak/minyak nabati. Penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi, terutama sesuai dengan fungsi utamanya yaitu membersihkan. Berbagai jenis sabun ditawarkan dengan beragam bentuk mulai dari sabun cuci (krim dan bubuk), sabun mandi (padat dan cair), sabun tangan (cair) serta sabun pembersih peralatan rumah tangga (krim dan cair). (Apriana, 2013).
     Sabun tersusun dari asam lemak, minyak dan lilin, dimana senyawa itu mengandung ikatan tidak jenuh yang akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai dengan keluarnya bau tengik pada sabun. Untuk menjaga kualitas sabun dari reaksi oksidasi diperlukan bahan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi pada substrat yang mudah teroksidasi dan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Antioksidan berfungsi sebagai senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas penyebab penyakit karsinogenis, kardiovaskuler dan penuaan dalam tubuh manusia serta menangkal radikal bebas yang berasal dari polusi, radiasi dan asap rokok. Antioksidan diperlukan karena tubuh manusia tidak memiliki sistem pertahanan antioksidan yang cukup, sehingga apabila terjadi paparan radikal berlebihan, maka tubuh membutuhkan antioksidan eksogen (berasal dari luar). (Muchtadi dalam Arsyad, 2014). Berdasarkan sumbernya antioksidan dikelompokkkan menjadi dua, yaitu antioksidan yang diperoleh secara alami 2 (antioksidan alami) dan sintetik (antioksidan sintetik). didalam penelitian ini diginakan antioksidan alami yang berasal dari ekstrak kunyit .
      Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa, yaitu sekitar 40.000 jenis tumbuhan, daru jumlah tersebut sekitar 1300 diantaranya digunakan sebagai obat tradisional. Salah satu jenis tumbuhan yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat trandisional adalah kunyit (Curcuma longa L), yang berasal dari keluarga jahe (Zingiberaceae family). Di dalam kunyit mengandung senyawa kurkumin berada pada kesetimbangan antara diketo dan keto-enol, kunyit mengandung banyak kahsiat sebagai antibakteri, antioksidan, antijamur dan antialergi, dari zaman dahulu kunyit digunakan sebagai obat gatal pada kulit, infeksi pada kulit, lulur, cream muka dan obat dalam. zat warna kuning dari tanaman kurkuma ini sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan, bumbu atau obat-obatan dan tidak menunjukkan efek toksik. Kurkimin dalam kunyit terdiri dari 3 yaitu kurkumin I difreruloymethane (C21H2O6) 94% , kurkumin II atau desmethoxykurkumin (C20H18O5) 5,7 % dan kurkumin III bisdesmethoxykurkumin (C19H16O4) 0,3% .


Pembahasan

      Kulit kita memiliki siklus regenerasi setiap 27 hari dan menyebabkan penumpukan sel kulit mati yang perlu dibersihkan secara teratur dan dijaga kesehatannya. Pasalnya, jika tidak dibersihkan, sel kulit mati yang bercampur dengan keringat, debu, polusi, paparan ac, paparan sinar matahari, dan kotoran dapat memperburuk kondisi kulit Anda. Hasilnya, kulit dapat terlihat kusam dan tidak sehat. Kenali Cara Tepat Menjaga Kesehatan Kulit Jangan biarkan aktivitas sehari-hari merusak kesehatan kulit Anda. Di bawah ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit.

      Bersihkan wajah dua kali sehari. Membersihkan kulit wajah merupakan hal yang sangat penting  guna menghilangkan bakteri dan kotoran, serta menjaga kesehatan kulit. Terlebih lagi setelah aktivitas seharian dan menggunakan kosmetik. Jaga kelembapan kulit Anda. Menjaga kelembapan kulit tidak kalah penting dengan membersihkan wajah. Pelembap dapat membantu dalam menjaga kulit agar tidak kering dan melindunginya dari cuaca atau faktor lingkungan yang dapat merusak kulit Anda. Selain itu, ahli kulit sehat juga menyatakan bahwa memberikan pelembap pada wajah juga dapat membantu kulit mempertahankan tingkat kelembapan alaminya.

     Berikan kulit Anda perlindungan terhadap matahari. Melindungi kulit dari sinar matahari merupakan hal yang sangat penting, sekalipun Anda tidak beraktivitas di bawah matahari terik. Penting diketahui, sinar matahari dapat merusak lapisan kulit Anda dan dapat membuatnya terlihat kusam, keriput, dan masalah kulit lainnya. Gunakan krim pelindung sinar matahari atau tabir surya, meski saat cuaca mendung, setidaknya dengan SPF 15. Setidaknya, gunakan tabir surya 15-20 menit sebelum Anda keluar ruangan, juga dua jam sesudahnya bila Anda masih terekspos di bawah sinar matahari. Rahasia Ahli Kulit Sehat Ada Pada Kandungan Perawatan Kulit Anda.

      Guna menjaga kesehatan kulit, Anda tidak hanya perlu membersihkan kulit secara teratur. Anda juga perlu memerhatikan kandungan yang ada pada produk perawatan kulit Anda. Ahli kulit sehat menyatakan bahwa pembersih dan perawatan kulit yang baik adalah yang tidak merusak kondisi kulit Anda dan dapat mengembalikan kelembapan alami kulit.




Gambar 2. Buah nanas



   Nanas memiliki bagian yang bersifat buangan antara lain adalah kulit yang memiliki tekstur yang tidak ratadan berduri kecil pada permukaan luarnya.kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit nanas mengandung vitamin C, karotenoid dan flavonoid (Erukainure et al., 2011). Buah nanas dapat dikonsumsi dalam bentuk kemasan sedimikian rupa sehingga dapat secara praktis sebagai hidangan pencuci mulut (Agoes, 2010) buah nanas memiliki kandungan vitamin C dan anti oksidan yang sangat tinggi. Manfaat vitamin C untuk kulit sudah tidak dapat diragukan lagi. Vitamin C berfungsi untuk membuat kulit tampak lebih cerah dan mencegah munculnya kerutan-kerutan di kulit wajah. Sedangkan anti oksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang dapat mengakibatkan proses penuaan pada kulit. Pori-pori besar merupakan masalah kulit yang begitu menyebalkan.
      Pori-pori atau kulit yang membesar bisa menjadi sarang kotoran dan polusi yang dapat mengakibatkan permasalahan kulit lainnya. Jika kamu mengalami masalah ini, kamu bisa mengandalkan nanas sebagai obat ampuh untuk mengatasi pori-pori membesar. Caranya yaitu dengan menempelkan potongan-potongan nanas pada kulit wajah yang bermasalah dengan pori-pori. Jika kamu melakukannya secara teratur maka pori-pori besar yang kamu miliki semakin mengecil.
      Jerawat juga menjadi salah satu masalah kulit yang paling umum dialami wanita maupun pria. Namun dengan menggunakan nanas, kamu bisa mendapatkan kulit yang bebeas jerawat. Hal ini dikarenakan kandungan enzim bromelain di dalam nanas yang membuat kulit menjadi bersih dan menghilangkan sisa kotoran yang tersumbat di dalam pori-pori wajah.
      Bintik hitam yang terdapat di wajah, memang sangat menganggu penampilan. Bintik hitam biasanya disebabkan bekas jerawat atau siklus menstruasi yang tidak lancar karena darah kotor yang tidak dikeluarkan tubuh. Dengan mengonsumsi nanas, ini akan sangat membantu membersihkan bintik-bintik hitam di wajah. Pasalnya antioksidan yang terkandung di dalam nanas mampu mengeluarkan sisa-sisa racun dalam tubuh dan membuat metabolisme kembali lancar.

     Kandungan vitamin C dan antioksidan pada nanas sangat tinggi. Vitamin C berfungsi untuk membuat kulit tampak lebih cerah dan mencegah munculnya kerutan-kerutan di kulit wajah. Sedangkan antioksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang dapat mengakibatkan proses penuaan pada kulit. Tak heran jika kerap menggunakan nanas atau mengonsumsi nanas dapat membuat seseorang awet muda.
      Seseorang terkadang kerap mengalami alergi yang akhirnya terjadi peradangan pada kulit. Peradangan kulit umumnya ditandai dengan kulit yang bintik-bintik kemerahan dan terasa panas atau gatal. Mengobati peradangan kulit bisa juga menggunakan parutan nanas ataupun potongan nanas yang sudah dihaluskan kemudian diletakkan di sekitar kulit yang mengalami peradangan.
     Memiliki wajah lembab memang sangat diinginkan setiap kaum wanita. Hal ini lantaran kulit wajah yang lembab dapat menjaga kulit agar tidak terlihat kusam. Kamu bisa menggunakan nanas untuk mendapatkan kulit lembab. Hal ini dikarenakan vitamin C memiliki khasiat yang luar biasa untuk kecantikan kulit.
      Nanas juga memiliki khasiat yang cukup baik untuk menjaga kelembutan kulit. Kerap mengonsumsi nanas, kamu akan merasakan khasiatnya. Kamu juga bisa menggunakan nanas sebagai masker. Nanas juga bisa mencerahkan kulit kamu secara alami. Kandungan vitamin C yang tinggi di dalam nanas yaitu sebesar 47,8 mg dari setiap 100 gram nanas inilah yang mampu mencerahkan kulit.
    Cara menggunakan buah nanas untuk membuat kulit tetap awet muda yaitu campurkan buah nanas yang sudah dihaluskan dengan pepaya dan madu secukupnya. Setelah itu aplikasikan sebagai masker di kulit wajah. Buah nanas juga banyak mengandung bromelain yang merupakan enzim yang dapat membantu menyembuhkan kulit bengkak dan meradang. Hal ini lah yang membuat buah nanas bisa digunakan sebagai bahan alami untuk menyembuhkan jerawat. Caranya pun sangat mudah. Kamu hanya perlu menggunakan jus buah nanas untuk masker. Lakukan secara teratur sampai kondisi kulitmu menjadi semakin membaik.

Penutup
1.      Kesimpulan
Ø  Sangat banyak manfaat yang di dapat dari olahan nanas
Ø  Sabun cair dari bahan dasar nanas sangat baik untuk kulit, untuk mencerahkan kulit, melindungi kulit dari bakteri dan masih banyak lagi .

2.      Saran
    Sebaiknya kita lebih memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam sebagai produk-produk kesehatan dan kecantikan di indonesia karena bahan alami lebih aman dan bagus khasiatnya.


                  



                       DAFTAR PUSTAKA


Chanda, S., Baravalia, Y., Kaneria, M. And Rakholia, K. 2010.Current   Research Technology and Education Topic in Applied Microbiology and Microbial Biotechnology, A, Mendez-Vilas (Ed). Pp 444-450



Erukainure, O.L, J.A, Ajiboye, R.O adejobi, O.Y. Okafor, S,O. Adenekan. 2011. Protective effect ofpineapple (ananas comosus) peel extract on alcoholinduced oxidative stress in brain tissues of male albino rats. Asian Pac. J. Trop. Disease, 5-9

NANAS, BUAH YANG KAYA AKAN MANFAAAT

Niken Ramadhani Putri Program Studi S1 Farmasi STIKES Borneo Lestari Banjarbaru Email: nikenramadhaniputri03@gmail.com ABST...