NIKEN
RAMADHANI PUTRI
Program
Studi S1 Farmasi
STIKES
BORNEO LESTARI BANJARBARU
Gambar 1. Sabun cair dan batang
Pendahuluan
1.
Latar
Belakang
Kesehatan kulit perlu diperhatikan karena kulit merupakan
bagian yang paling vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit
adalah jaringan, yang selama ini kurang diperhatikan oleh sebagian besar orang
sampai terjadi sesuatu. Lalu mereka baru menyadari betapa pentingnya kulit bagi
citra diri. Dengan demikian kulit pada manusia mempunyai peranan yang sangat
penting, selain fungsi utama yang menjamin kelangsungan hidup juga mempunyai
arti lain yaitu ras, dan sarana komunikasi nonverbal antarindividu satu dengan
yang lain. Banyak penyakit kulit menyebabkan gatal dan ketidaknyamanan untuk
jangka waktu lama. Penyakit kulit dapat menyebabkan kegagalan fungsi kulit dan
ini sama seriusnya dengan penyakit hati dan ginjal.1 Penyakit yang sering
timbul adalah Penyakit kulit akibat jamur superficialis contohnya penyakit panu
( Pityriasis Versicolor ) . Penyakit ini timbul lebih banyak di daerah dengan
tingkat kelembaban yang tinggi yaitu negara-negara tropis seperti Indonesia.
Dengan banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh remaja pria yang mengeluarkan
banyak keringat ditambah tidak memperhatikan Hygiene Personal ( kebersihan diri
) , dapat dipastikan akan menjadi faktor pemicu terinfeksinya penyakit panu (
Pityriasis Versicolor ). 2 Pityriasis versicolor dapat menyerang masyarakat
kita tanpa memandang golongan umur tertentu. Dari segi usia ditemukan pada usia
16-40 tahun. Kemungkinan karena segmen usia tersebut lebih banyak mengalami
faktor predisposisi atau pencetus misalnya pekerjaan dalam lingkungan basah,
trauma, banyak keringat, selain pajanan terhadap jamur lebih lama. Tidak ada
perbedaan antara pria dan wanita, walaupun pernah dilaporkan di USA penderita
yang tersering menderita berusia antara 20-30 tahun dengan perbandingan 1.09%
pria dan 0,6% wanita. Insidensi Pityriasis versicolor yang akurat di Indonesia
belum ada. Hanya diperkirakan 50% dari populasi di negara tropis terkena
penyakit ini.
Sabun
merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Pembuatan sabun telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Metode pembuatan
sabun pada zaman dahulu tidak berbeda jauh dengan metode yang digunakan saat
ini, walaupun tentunya kualitas produk yang dihasilkan saat ini jauh lebih
baik. Sabun dibuat dengan metode saponifikasi yaitu mereaksikan trigliserida
dengan soda kaustik (NaOH) sehingga menghasilkan sabun dan produk samping
berupa gliserin. Bahan baku pembuatan sabun dapat berupa lemak hewani maupun
lemak/minyak nabati. Penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing
lagi, terutama sesuai dengan fungsi utamanya yaitu membersihkan. Berbagai jenis
sabun ditawarkan dengan beragam bentuk mulai dari sabun cuci (krim dan bubuk),
sabun mandi (padat dan cair), sabun tangan (cair) serta sabun pembersih
peralatan rumah tangga (krim dan cair). (Apriana, 2013).
Sabun
tersusun dari asam lemak, minyak dan lilin, dimana senyawa itu mengandung
ikatan tidak jenuh yang akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai dengan
keluarnya bau tengik pada sabun. Untuk menjaga kualitas sabun dari reaksi
oksidasi diperlukan bahan antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat
menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi pada substrat yang mudah
teroksidasi dan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Antioksidan
berfungsi sebagai senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas penyebab
penyakit karsinogenis, kardiovaskuler dan penuaan dalam tubuh manusia serta
menangkal radikal bebas yang berasal dari polusi, radiasi dan asap rokok.
Antioksidan diperlukan karena tubuh manusia tidak memiliki sistem pertahanan
antioksidan yang cukup, sehingga apabila terjadi paparan radikal berlebihan,
maka tubuh membutuhkan antioksidan eksogen (berasal dari luar). (Muchtadi dalam
Arsyad, 2014). Berdasarkan sumbernya antioksidan dikelompokkkan menjadi dua,
yaitu antioksidan yang diperoleh secara alami 2 (antioksidan alami) dan
sintetik (antioksidan sintetik). didalam penelitian ini diginakan antioksidan
alami yang berasal dari ekstrak kunyit .
Indonesia
memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa, yaitu sekitar 40.000
jenis tumbuhan, daru jumlah tersebut sekitar 1300 diantaranya digunakan sebagai
obat tradisional. Salah satu jenis tumbuhan yang banyak digunakan oleh
masyarakat sebagai obat trandisional adalah kunyit (Curcuma longa L), yang
berasal dari keluarga jahe (Zingiberaceae family). Di dalam kunyit mengandung
senyawa kurkumin berada pada kesetimbangan antara diketo dan keto-enol, kunyit
mengandung banyak kahsiat sebagai antibakteri, antioksidan, antijamur dan
antialergi, dari zaman dahulu kunyit digunakan sebagai obat gatal pada kulit,
infeksi pada kulit, lulur, cream muka dan obat dalam. zat warna kuning dari
tanaman kurkuma ini sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan, bumbu atau
obat-obatan dan tidak menunjukkan efek toksik. Kurkimin dalam kunyit terdiri
dari 3 yaitu kurkumin I difreruloymethane (C21H2O6) 94% , kurkumin II atau
desmethoxykurkumin (C20H18O5) 5,7 % dan kurkumin III bisdesmethoxykurkumin
(C19H16O4) 0,3% .
Pembahasan
Kulit kita
memiliki siklus regenerasi setiap 27 hari dan menyebabkan penumpukan sel kulit
mati yang perlu dibersihkan secara teratur dan dijaga kesehatannya. Pasalnya,
jika tidak dibersihkan, sel kulit mati yang bercampur dengan keringat, debu,
polusi, paparan ac, paparan sinar matahari, dan kotoran dapat memperburuk
kondisi kulit Anda. Hasilnya, kulit dapat terlihat kusam dan tidak sehat. Kenali Cara Tepat Menjaga Kesehatan Kulit Jangan
biarkan aktivitas sehari-hari merusak kesehatan kulit Anda. Di bawah ini adalah
beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan kulit.
Bersihkan
wajah dua kali sehari. Membersihkan kulit wajah merupakan hal yang
sangat penting guna menghilangkan
bakteri dan kotoran, serta menjaga kesehatan kulit. Terlebih lagi setelah aktivitas
seharian dan menggunakan kosmetik. Jaga
kelembapan kulit Anda. Menjaga kelembapan kulit tidak kalah penting
dengan membersihkan wajah. Pelembap dapat membantu dalam menjaga kulit agar
tidak kering dan melindunginya dari cuaca atau faktor lingkungan yang dapat
merusak kulit Anda. Selain itu, ahli kulit sehat juga menyatakan bahwa
memberikan pelembap pada wajah juga dapat membantu kulit mempertahankan tingkat
kelembapan alaminya.
Berikan kulit Anda perlindungan terhadap
matahari. Melindungi kulit dari sinar matahari merupakan hal yang
sangat penting, sekalipun Anda tidak beraktivitas di bawah matahari terik.
Penting diketahui, sinar matahari dapat merusak lapisan kulit Anda dan dapat
membuatnya terlihat kusam, keriput, dan masalah kulit lainnya. Gunakan krim
pelindung sinar matahari atau tabir surya, meski saat cuaca mendung, setidaknya
dengan SPF 15. Setidaknya, gunakan tabir surya 15-20 menit sebelum Anda keluar
ruangan, juga dua jam sesudahnya bila Anda masih terekspos di bawah sinar matahari.
Rahasia Ahli Kulit Sehat Ada Pada
Kandungan Perawatan Kulit Anda.
Guna menjaga kesehatan kulit, Anda
tidak hanya perlu membersihkan kulit secara teratur. Anda juga perlu
memerhatikan kandungan yang ada pada produk perawatan kulit Anda. Ahli kulit
sehat menyatakan bahwa pembersih dan perawatan kulit yang baik adalah yang
tidak merusak kondisi kulit Anda dan dapat mengembalikan kelembapan alami
kulit.
Gambar 2. Buah nanas
Nanas memiliki bagian yang bersifat buangan antara lain adalah kulit
yang memiliki tekstur yang tidak ratadan berduri kecil pada permukaan
luarnya.kulit nanas hanya dibuang begitu saja sebagai limbah, padahal kulit
nanas mengandung vitamin C, karotenoid dan flavonoid (Erukainure et al., 2011).
Buah nanas dapat dikonsumsi dalam bentuk kemasan sedimikian rupa sehingga dapat
secara praktis sebagai hidangan pencuci mulut (Agoes, 2010) buah nanas memiliki
kandungan vitamin C dan anti oksidan yang sangat tinggi. Manfaat vitamin C
untuk kulit sudah tidak dapat diragukan lagi. Vitamin C berfungsi untuk membuat
kulit tampak lebih cerah dan mencegah munculnya kerutan-kerutan di kulit wajah.
Sedangkan anti oksidan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang dapat
mengakibatkan proses penuaan pada kulit. Pori-pori besar
merupakan masalah kulit yang begitu menyebalkan.
Pori-pori atau kulit yang
membesar bisa menjadi sarang kotoran dan polusi yang dapat mengakibatkan
permasalahan kulit lainnya. Jika kamu mengalami masalah ini, kamu bisa
mengandalkan nanas sebagai obat ampuh untuk mengatasi pori-pori membesar. Caranya
yaitu dengan menempelkan potongan-potongan nanas pada kulit wajah yang
bermasalah dengan pori-pori. Jika kamu melakukannya secara teratur maka
pori-pori besar yang kamu miliki semakin mengecil.
Jerawat juga menjadi salah satu masalah kulit yang paling umum dialami
wanita maupun pria. Namun dengan menggunakan nanas, kamu bisa mendapatkan kulit
yang bebeas jerawat. Hal ini dikarenakan kandungan enzim bromelain di dalam
nanas yang membuat kulit menjadi bersih dan menghilangkan sisa kotoran yang
tersumbat di dalam pori-pori wajah.
Bintik hitam yang terdapat di wajah, memang sangat menganggu penampilan.
Bintik hitam biasanya disebabkan bekas jerawat atau siklus menstruasi yang
tidak lancar karena darah kotor yang tidak dikeluarkan tubuh. Dengan
mengonsumsi nanas, ini akan sangat membantu membersihkan bintik-bintik hitam di
wajah. Pasalnya antioksidan yang terkandung di dalam nanas mampu mengeluarkan
sisa-sisa racun dalam tubuh dan membuat metabolisme kembali lancar.
Kandungan vitamin C dan antioksidan pada nanas sangat tinggi. Vitamin C
berfungsi untuk membuat kulit tampak lebih cerah dan mencegah munculnya
kerutan-kerutan di kulit wajah. Sedangkan antioksidan berfungsi untuk menangkal
radikal bebas yang dapat mengakibatkan proses penuaan pada kulit. Tak heran
jika kerap menggunakan nanas atau mengonsumsi nanas dapat membuat seseorang
awet muda.
Seseorang terkadang kerap mengalami alergi yang akhirnya terjadi
peradangan pada kulit. Peradangan kulit umumnya ditandai dengan kulit yang
bintik-bintik kemerahan dan terasa panas atau gatal. Mengobati peradangan kulit
bisa juga menggunakan parutan nanas ataupun potongan nanas yang sudah
dihaluskan kemudian diletakkan di sekitar kulit yang mengalami peradangan.
Memiliki wajah lembab memang sangat diinginkan setiap kaum wanita. Hal
ini lantaran kulit wajah yang lembab dapat menjaga kulit agar tidak terlihat
kusam. Kamu bisa menggunakan nanas untuk mendapatkan kulit lembab. Hal ini
dikarenakan vitamin C memiliki khasiat yang luar biasa untuk kecantikan kulit.
Nanas juga memiliki khasiat yang cukup baik untuk menjaga kelembutan
kulit. Kerap mengonsumsi nanas, kamu akan merasakan khasiatnya. Kamu juga bisa
menggunakan nanas sebagai masker. Nanas juga bisa mencerahkan kulit kamu secara
alami. Kandungan vitamin C yang tinggi di dalam nanas yaitu sebesar 47,8 mg
dari setiap 100 gram nanas inilah yang mampu mencerahkan kulit.
Cara menggunakan buah nanas untuk
membuat kulit tetap awet muda yaitu campurkan buah nanas yang sudah dihaluskan
dengan pepaya dan madu secukupnya. Setelah itu aplikasikan sebagai masker di kulit
wajah. Buah nanas juga banyak
mengandung bromelain yang merupakan enzim yang dapat membantu menyembuhkan
kulit bengkak dan meradang. Hal ini lah yang membuat buah nanas bisa digunakan
sebagai bahan alami untuk menyembuhkan jerawat. Caranya pun sangat mudah. Kamu
hanya perlu menggunakan jus buah nanas untuk masker. Lakukan secara teratur
sampai kondisi kulitmu menjadi semakin membaik.
Penutup
1. Kesimpulan
Ø Sangat
banyak manfaat yang di dapat dari olahan nanas
Ø Sabun
cair dari bahan dasar nanas sangat baik untuk kulit, untuk mencerahkan kulit,
melindungi kulit dari bakteri dan masih banyak lagi .
2. Saran
Sebaiknya kita lebih memanfaatkan bahan-bahan yang ada di alam sebagai
produk-produk kesehatan dan kecantikan di indonesia karena bahan alami lebih
aman dan bagus khasiatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Chanda, S., Baravalia, Y., Kaneria, M.
And Rakholia, K. 2010.Current Research
Technology and Education Topic in Applied Microbiology and Microbial
Biotechnology, A, Mendez-Vilas (Ed). Pp 444-450
Erukainure, O.L, J.A, Ajiboye, R.O adejobi, O.Y.
Okafor, S,O. Adenekan. 2011. Protective effect ofpineapple (ananas comosus)
peel extract on alcoholinduced oxidative stress in brain tissues of male albino
rats. Asian Pac. J. Trop. Disease, 5-9

